| Sekilas Teknologi Monitor |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||
| Kamis, 25 Juni 2009 08:48 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
CRT, LCD, TFT, VGA, SVGA, XGA, WXGA dan serentetan singkatan mungkin membuat hidup kita makin kompleks. Dunia teknologi informasi memang dunia yang dipenuhi oleh berbagai singkatan-singkatan sejenis. Singkatan yang disebutkan di atas semuanya berhubungan dengan teknologi monitor dimana artikel ini akan membahas garis besarnya. Pada awalnya adalah CRT
MDA (Monochrome Display Adapter), standar yang lahir bersama IBM PC, hanya mendukung text walaupun resolusinya 720x350. CGA (Color Graphics Adapter) memiliki resolusi 640x200 (monochrome), 320x200 (4 warna) atau 160x200 (16 warna). EGA (Enhanced Graphics Adapter) memiliki resolusi 640x350 (16 warna). Resolusi yang populer untuk VGA (Video Graphics Array) adalah 640x480 (16 warna) atau 320x200 (256 warna). Untuk hal perbandingan ukuran panjang dan lebar, layar CRT umumnya memiliki perbandingan 4:3 ataupun 5:4. Selain itu, istilah teknis penting dalam teknologi CRT antara lain adalah dot-pitch yang menunjukkan ukuran titik dan refresh-rate yang menunjukkan berapa cepat gambar diperbarui setiap detiknya. Seiring dengan kemajuan teknologi monitor LCD, penjualan maupun pengembangan monitor CRT semakin berkurang. Walaupun begitu, pada beberapa bidang seperti percetakan, broadcasting dan beberapa riset penggunaan CRT masih diperlukan karena kemampuannya menampilkan warna yang lebih kaya. Memasuki era LCD
Secara teknologi, monitor LCD memiliki lebih banyak varian dibandingkan monitor CRT namun pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu passive matrix dan active matrix. Passive matrix umumnya ditemukan pada layar LCD sederhana - seperti kalkulator, jam tangan serta permainan elektronik - serta memiliki response time dan tingkat kontras yang kurang memadai sehingga saat ini tidak banyak digunakan pada monitor LCD modern. Teknologi yang diusung oleh passive matrix LCD antara lain STN (Super Twisted Nematic), DSTN (Double-layer STN) dan CSTN (Color STN).
Teknologi active matrix ditandai dengan penggunaan TFT (Thin Film Transistor) di setiap sel (titik). TFT di kalangan awam sering dipakai sebagai istilah pengganti LCD. Active matrix memiliki banyak varian teknologi dan pengembangan antara lain TN (Twisted Nematic), varian IPS (In-Plane Switching) dan varian VA (Vertical Allignment). Seperti biasa, setiap varian memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seolah hal ini masih kurang kompleks, sebagian besar teknologi ini memiliki beberapa cabang pengembangan sehingga menimbulkan lebih banyak lagi varian-varian turunan.
TN merupakan teknologi yang paling umum digunakan pada TFT LCD ukuran kecil dan harganya relatif paling ekonomis. Kelebihan TN adalah response time yang cepat sehingga menjadi pilihan bagi para gamer. Di sisi lain TN memiliki sudut pandangan (viewing angle) yang kurang baik sehingga mempengaruhi konsistensi kontras dan pergeseran warna. Untunglah berkat perkembangan teknologi, hal ini dapat dikurangi sehingga dapat bersaing dengan teknologi lainnya. Salah satu varian TN terkinia adalah BTN III (Bi-stableTN III) dari Samsung. Saat anda membeli LCD Monitor, sangat besar kemungkinan teknologi yang digunakan adalah teknologi TN.
IPS dikembangkan oleh Hitachi pada awalnya untuk menutupi kekurangan TN dalam hal sudut pandangan dan reproduksi warna. Namun di sisi lain desainnya mengurangi response time, tingkat kontras dan kecerahan. IPS dikembangkan oleh berbagai pabrikan menjadi S-IPS (SuperIPS)/ES-IPS (Enhanced SuperIPS) dari LG Philips, DD-IPS (Dual DomainIPS) dari IDTech dan ACE (Advanced Co-planar Electrode) dari Samsung. S-IPS merupakan teknologi yang paling banyak dipasarkan, terutama untuk LCD besar dan berharga mahal. Pengembangan lebih lanjut berhasil memperbaiki kekurangan seperti response time. Dapat dikatakan S-IPS masih memiliki reproduksi warna terbaik dan sudut pandangan paling lebar (hingga 178º/178º). Oleh karenanya S-IPS lebih sesuai untuk pilihan para desainer serta pekerja grafis profesional
VA dikembangkan oleh Fujitsu pada tahun 1996. Keunggulan VA ada pada tingkat kekontrasan yang tinggi sehingga perbedaan gelap dan terang lebih baik. Kelemahan VA ada pada response timeyang relatif lebih lambat dan pergeseran warna (color shift) bila dilihat dari samping. Pengembangan lebih lanjut VA menghasilkan MVA (MultidomainVA) dari Fujitsu, P-MVA (PremiumMVA) dari AU Optronics, S-MVA (SuperMVA) dari Chi Mei Optronics/Fujitsu dan AMVA (AdvancedMVA) dari AU Optronics. AMVA mengurangi masalah pergeseran warna, meningkatkan rasio kontras dan meningkatkan sudut pandangan. Selain itu, terdapat teknologi PVA (PatternedVA) dan SPVA (SuperPVA) yang dikembangkan oleh Samsung. Karena pengembangan dan pendekatan yang sangat berbeda dengan MVA, ada yang beranggapan bahwa PVA dapat dianggap sebagai teknologi tersendiri. Serupa dengan teknologi VA, kekuatan utama PVA ada pada rasio kontras yang tinggi. Secara relatif, teknologi VA mampu menciptakan kedalaman warna hitam yang terbaik.
Pada LCD Monitor, baik Passive Matrix maupun Active Matrix keduanya membutuhkan cahaya latar (back-light). Tanpa sumber cahaya ini, layar LCD tidak dapat terlihat dengan baik. Sebagai informasi, LCD pada kalkulator tidak memiliki sumber cahaya latar dan menggunakan cermin yang memantulkan cahaya luar. Sumber cahaya latar kebanyakan menggunakan CCFL (Cold Cathode Flourescent Lamp) yang pada dasarnya mirip dengan lampu TL yang kita gunakan sehari-hari. Selain CCFL, ada juga yang menggunakan LED sebagai sumber cahaya latar. LED memiliki berbagai kelebihan dibandingkan CCFL seperti lebih hemat energi dan membantu meningkatkan rasio kontras. Namun harga LCD monitor yang menggunakan LED sebagai cahaya latar umumnya lebih mahal dibanding yang menggunakan CCFL.
Selain DB15 (atau tepatny DE15) - yang merupakan standar konektor monitor - untuk LCD monitor dikenal juga standar konektor DVI (Digital Visual Interface) dan variannya. Berbeda dengan standar DE15 yang hanya mengirimkan sinyal analog, maka DVI juga mampu mengirimkan sinyal digital. Dengan mengalirkan sinyal dari video controller ke monitor secara digital, maka reproduksi warna menjadi sesuai sumbernya. Sementara, dengan menggunakan sinyal analog, hal ini sukar untuk dilakukan. Pada umumnya konektor DVI hanya terdapat pada LCD monitor kelas menengah atas dan tentunya memiliki harga lebih tinggi. Kebanyakan monitor LCD yang ada di pasaran hanya dilengkapi dengan konektor DE15. DVI berdasarkan kemampuan, fitur, bentuk fisik dan perkembangannya terbagi menjadi DVI-I, DVI-D, DVI-A, DVI-M1, mini DVI, micro DVI dan lain-lain.
Istilah lain yang sering ditemui adalah resolusi, dot-pitch, area layar aktif (active viewable display area), response time (waktu yang dibutuhkan satu sel untuk perubahan kecerahan/warna), viewing angle (lebar sudut pandangan), tingkat kecerahan (brightness), perbandingan kontras (contrast ratio) dan perbandingan panjang-lebar (aspect ratio). Tentu saja di samping istilah-istilah umum ini, setiap pabrikan menambahkan lagi sederet istilah untuk menggambarkan fitur-fitur teknologi yang mereka miliki.
Perlu diketahui pula bahwa antara produsen LCD terjadi saling jual beli, sehingga satu LCD merek tertentu bisa saja menggunakan LCD panel yang diproduksi oleh merek lainnya. Salah satu situs menarik yang memberikan informasi tipe monitor dan jenis panel secara cukup lengkap adalah tftcentral.co.uk. Revolusi resolusi Hanya dalam waktu sekitar 25 tahun sejak diperkenalkannya CGA untuk IBM PC pada tahun 1981, tingkat resolusi dan warna sudah berkembang sangat pesat. Saat ini, setidaknya komputer menggunakan resolusi 1024x768 yang berkemampuan menampilkan 16,7 juta warna. Bandingkan dengan CGA yang hanya mampu menampilkan 4 warna dalam resolusi 320x200. Namun seiring dengan itu, semakin banyak singkatan-singkatan yang menunjukkan standar tingkat resolusi dapat membingungkan calon pembeli. Sebagai panduan, di bawah ini kami tampilkan beberapa singkatan resolusi yang umum dan banyak dipakai:
Saat membeli LCD Saat ini, tentunya bekal pengetahuan dasar anda secara teknis sudah cukup memadai untuk memilih monitor baru. Tentu saja, saat pembelian dilakukan ada faktor non teknis yang perlu dipertimbangkan seperti: . Kebutuhan utama akan menentukan jenis dan spesifikasi monitor yang tepat. Bila anda seorang desainer yang membutuhkan ketepatan warna, monitor LCD dengan teknologi IPS atau VA konektivitas DVI serta monitor resolusi tinggi ukuran 22" ke atas akan menjadi pilihan tepat. Bila anda menggunakan monitor untuk kebutuhan pekerjaan kantor sehari-hari, monitor TN dengan konektor DB9 berukuran 15"-18" mungkin menjadi pilihan terbaik. Sementara itu bagi para gamers, monitor TN dengan response time cepat berukuran 19" atau lebih akan menjadi pilihan menarik. . Harga kemungkinan besar akan menjadi pertimbangan utama :-). Tetapi jangan menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan. Kualitas, spesifikasi, reputasi merek dan layanan purna jual harus tetap dipertimbangkan. Juga tidak ada salahnnya memeriksa harga produk yang spesifikasinya sekelas lebih tinggi, misalnya memeriksa harga 17" juga saat merencanakan membeli 15". Seringkali, dengan perbedaan harga relatif dekat anda bisa mendapatkan spesifikasi lebih tinggi. . Merek akan turut menentukan kualitas, layanan dan dukungan. Produsen dengan reputasi yang baik tentunya akan memperhatikan kepuasan pelanggan. Seiring dengan perubahan produk IT menjadi produk konsumen, merek akan menjadi hal yang penting bagi pembeli. . Garansi dan dukungan purna jual yang baik memastikan anda dapat menikmati produk yang anda beli dengan lebih nyaman. Ketersediaan spare-part yang baik serta sentra layanan (service centre) yang luas tentunya sangat anda perlukan. Selamat memilih dan membeli monitor baru! Jangan lupa, hubungi ngirit.com di (021) 33000.551 - 554 untuk memenuhi kebutuhan komputer dan ponsel anda.
Sumber: wikipedia.com, tftcentral.co.uk, tomshardware.com, howstuffworks.com dan sumber lainnya.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 13 Agustus 2009 11:38 ) |