Ngirit: Solusi Dimasa Sulit
"Selamat datang" krisis
Sejak kuartal empat tahun 2008, krisis ekonomi global terus menerus menjadi berita utama. Sentimen negatif seakan tidak kenal lelah mendera ekonomi global sehingga banyak pihak khawatir krisis kali ini akan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Di tengah tingkat ketidakpastian yang tinggi baik bagi para pengusaha maupun pekerja, apa yang sebaiknya dilakukan? Tentunya banyak hal yang bisa dilakukan, tapi kali ini kita akan membahas - sesuai dengan konsep situs ini - yaitu berhemat alias ngirit.
Hemat pangkal kaya
Peribahasa yang seringkali kita dengar saat masih kanak-kanak ini bisa dikatakan butir kebijaksanaan abadi yang tidak lekang oleh waktu. Mereka yang kritis mungkin menganggap bahwa hemat tidak menjamin seseorang menjadi kaya. Namun memang peribahasa ini tidak mengatakan bahwa hemat menjamin kaya, tetapi hemat merupakan pangkal, langkah awal, landasan yang kokoh untuk menjadi kaya.
Perlu dicatat bahwa hemat tidak sama dengan kikir. Kikir dilandasi oleh keserakahan dan sifat egosentris sementara hemat dilandasi oleh kebijaksanaan dan pertimbangan luas dalam mengelola kekayaan yang dimiliki.
Hemat menjadi sangat efektif hanya bila menjadi gaya hidup. Untuk itu dibutuhkan keinginan kuat, disiplin, latihan, pengorbanan serta dukungan lingkungan sekitar.
Salah satu contoh yang sangat terkenal mengenai gaya hidup hemat dapat dilihat pada Warren Buffet, orang terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes dengan total nilai aset sebesar 62 milyar dollar AS. Walau kaya raya, Warren Buffet tetap bergaya hidup sederhana. TInggal di rumah yang dibelinya tahun 1957, tetap mengendarai mobilnya sendiri dan mendapatkan gaji sekitar 175 ribu dollar AS pada tahun 2008 (relatif kecil bila dibandingkan gaji eksekutif sekelasnya - red). Informasi lebih dalam dapat dilihat pada situs-situs di bawah ini.
- http://en.wikipedia.org/wiki/Warren_Buffett
- http://id.wikipedia.org/wiki/Warren_Buffett
- http://www.woopidoo.com/biography/warren_buffett.htm
- http://www.wikamaha.com/nasehat-warren-buffet-untuk-pengusaha-muda.html
Ada harga yang harus dibayar
Menjadikan hemat sebagai gaya hidup bukan hal yang mudah. Seorang yang mengalami kesulitan finansial atau kurang mampu secara finansial tidak secara otomatis menjadikan hemat sebagai gaya hidup. Ada kemungkinan (besar) mereka terpaksa menjalani hidup dengan hemat, bukan menjalaninya dengan kesadaran. Jadi bila mendapatkan rejeki lebih baik, kemungkinan besar rejeki lebih tersebut langsung dibelanjakan. Belajar gaya hidup hemat membutuhkan tujuan yang jelas, disiplin, perjuangan dan pengorbanan. Untuk mendapatkannya, ada harga yang harus dibayar.
Salah satu contoh yang menyentuh mengenai perjuangan, pengorbanan dan hidup hemat adalah apa yang dilakukan oleh suami-istri Le Van Vu seperti dikisahkan oleh John McCormack dalam buku "Chicken Soup for The Soul".
Le Van Vu terlahir di Vietnam Utara sebagai putra salah seorang terkaya di Asia Tenggara. Akan tetapi setelah ayahnya dibunuh, ibunya membawa Le pindah ke Vietnam Selatan dimana Le berhasil menjadi seorang pengacara. Seperti ayahnya, Le akhirnya menekuni bidang konstruksi dan menjadi salah satu kontraktor paling berhasil di negaranya. Akan tetapi, dalam satu perjalanan ke Vietnam Utara, Le ditangkap dan dipenjara oleh pihak Vietnam Utara. Setelah tiga tahun, Le berhasil melarikan diri dari penjara. Ia berhasil kembali ke Vietnam Selatan namun lagi-lagi dipenjarakan karena dianggap mata-mata dari pihak Utara.
Sekeluarnya dari penjara, Le memulai usaha penangkapan ikan hingga berhasil membangun salah satu pengolahan ikan terbesar di negaranya. Hingga suatu waktu, ketika Le mengetahui rencana penarikan pasukan AS dari negaranya, ia mengambil satu keputusan penting untuk meninggalkan negerinya. Menggunakan salah satu kapal ikannya, ia menukarkan semua emas yang dimiliki agar ia dan istrinya dapat keluar dari Vietnam. Menumpang kapal Amerika, keluarga Le akhirnya tiba di Filipina dan tinggal di kamp pengungsi.
Le Van Vu memulai lagi bisnis perikanannya di Filipina, namun tak lama kemudian ia meninggalkan semua itu untuk pergi ke Amerika mengikuti program "Operation New Life" pada tahun 1975. Di tengah perjalanan, Le menjadi sangat tertekan dan berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat ke laut. Syukurlah istrinya memberikan dukungan sehingga ia membatalkan niatnya.
Tiba di Houston, tanpa harta dan tanpa kemampuan bahasa Inggris, Le Van Vu mendapatkan bantuan dari sepupunya, pemilik toko roti di salah satu mal. Ia dan istrinya mendapatkan bayaran US$ 300 per minggu atau US$ 15,600 per tahun. Mereka bekerja di toko roti pada siang hari dan belajar bahasa Inggris melalui kaset malam harinya. Hingga suatu waktu, sang sepupu menawarkan toko rotinya dengan harga US$ 120,000 dimana US$ 30,000 harus dibayar di muka. Jumlah yang sangat besar dan nampaknya tidak mungkin didapatkan oleh keluarga Le.
Akan tetapi Le dan istrinya tidak berpikir demikian. Mereka bertekad menyisihkan sebagian besar penghasilannya dan hidup hanya dengan US$ 50 tiap bulannya. Segala jalan penghematan dilakukan. Tinggal di ruang belakang toko, mandi menggunakan spon di kamar kecil mal dan nyaris hanya makan produk roti. Dalam 2 tahun, keluarga ini berhasil membayar uang muka toko roti ini. Akan tetapi, mengingat masih memiliki hutang sebesar US$ 90,000, Le tidak merubah gaya hidupnya hingga ia bisa memiliki bisnis tersebut tanpa hutang apapun. Baru setelah ini mereka pindah ke apartemen dan memulai kehidupan yang lebih baik.
Le Van Vu terus mengembangkan usahanya sehingga ia kembali menjadi milyuner. Bila anda pernah berkunjung ke Hartz Chicken Buffet, maka anda telah mengunjungi salah satu jaringan franchise yang dimiliki oleh Le Van Vu (http://www.hartz-chicken.com/MTO.html)
Belajar hidup hemat
Bagaimana cara memulai hidup hemat? Setidaknya anda perlu melakukan enam hal-hal mendasar berikut:
- Tujuan yang jelas akan membantu anda menghadapi godaan dan tantangan.Tujuan bisa lebih dari satu dan perlu diatur prioritasnya. Pendidikan anak, bebas dari utang, rumah yang lebih baik, masa tua yang mandiri semuanya adalah contoh tujuan yang baik
- Harga diri anda tidak ditentukan oleh barang-barang yang anda miliki. Jangan biarkan kekuatiran anda akan pendapat orang lain (yang belum tentu benar) membawa keluarga anda ke jurang masalah keuangan.
- Hindari keadaan "lebih besar pasak daripada tiang". Bagaimanapun, pengeluaran harus lebih kecil dari penghasilan. Berapapun pendapatanmu, selalu sisihkan sebagian untuk ditabung.
- Jauhi konsumerisme. Biasakan hanya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Diskon besar bukan berarti anda membutuhkan barang-barang tersebut.
- Bila anda memiliki hutang, usahakan hidup lebih hemat untuk membayar hutang-hutang tersebut. Semakin lama anda membayar hutang anda, semakin besar bunga yang harus anda bayarkan.
- Rela untuk membayar harga yang dibutuhkan seperti kerja lebih keras, keinginan yang tertahan dan melawan godaan diskon. :-)
Untuk menghindari ekstrimitas, perlu dicatat bahwa gaya hidup hemat bukanlah tujuan utama ataupun satu-satunya hal terpenting dalam hidup ini. Ada hal lain seperti kesehatan, keluarga yang harmonis dan hubungan dengan sang pencipta dan masyarakat sekitar. Gaya hidup hemat akan menjadi baik bila ia dapat menjadikan hidup seseorang lebih berarti.
Bila anda menginginkan buku yang bagus mengenai petunjuk praktis dalam mengelola keuangan anda, penulis merekomendasikan buku "Orang Kaya dari Babilon" dari George S. Clason. Buku yang ditulis pada era 1920an ini merupakan salah satu buku yang secara mengagumkan tetap relevan di jaman pasca modern.
Relevansi dengan ngirit.com
Lho, bagaimana dengan ngirit.com? Bukannya sebagai badan usaha, ngirit.com akan sangat berorientasi bisnis? Tentunya prinsip ekonomi (dengan usaha sekecil-kecilnya mendapatkan hasi sebesar-besarnya - red) akan menjadi fokus utama? Kenapa menyarankan orang lain untuk ngirit? Bukannya merepotkan diri sendiri?
Memang betul ngirit.com selaku badan ekonomi memiliki tujuan-tujuan ekonomis - yang dicapai melalui layanan pelanggan yang memuaskan. Dalam beroperasi, kami terus berusaha meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses dan pengelolaan sumber daya. Dengan begitu, kami akan berhasil memberikan penawaran yang kompetitif kepada pelanggan. Namun, sebagai bagian dari komunitas, kami juga memiliki keinginan untuk dapat turut serta memberikan sumbangsih kepada masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. Salah satunya adalah melalui tulisan-tulisan sejenis ini, ulasan produk dan tips pemilihan produk.
Selamat menjadikan ngirit menjadi gaya hidup. Sukses untuk anda semua.